Di antara gemerlap layar dan deru keyboard, ada sebuah ruang sunyi tempat kata-kata bersemayam. Ruang itu bukan sekadar lembaran putih yang menunggu diisi, melainkan cermin jiwa yang memantulkan bayang-bayang pikiran, perasaan, dan harapan. Menulis, bagi sebagian orang, adalah napas—tak terlihat, …
